Pembagian 'Athof
Athof terbagi menjadi 2 macam, yaitu :
1. Athof Bayan adalah isim yg mengikuti (tabi') berupa isim jamid yg menjelaskan isim yg diikuti (matbu') apabila matbu'nya berupa isim ma'rifat, yg disebut "Idhoh" dan mengkhususkan isim yg diikuti apabila matbu'nya berupa isim nakiroh, yg disebut "Takhshish".
Contoh athof bayan dari isim ma'rifat :
Athof terbagi menjadi 2 macam, yaitu :
1. Athof Bayan adalah isim yg mengikuti (tabi') berupa isim jamid yg menjelaskan isim yg diikuti (matbu') apabila matbu'nya berupa isim ma'rifat, yg disebut "Idhoh" dan mengkhususkan isim yg diikuti apabila matbu'nya berupa isim nakiroh, yg disebut "Takhshish".
Contoh athof bayan dari isim ma'rifat :
جَاءَنِي مُحَمَّدٌ أَبُوْكَ
مُحَمَّدٌ : Matbu'
أَبُوْكَ : Athof bayan dari kata مُحَمَّدٌ yg berfungsi sbg menjelaskan matbu'nya apabila ia berupa isim ma'rifat, yaitu مُحَمَّدٌ.
Contoh athof bayan dari isim nakiroh :
مِنْ مَاءٍ صَدِيْدٍ
مَاءٍ : Matbu'
صَدِيْدٍ : Athof bayan dari kata مَاءٍ yg berfungsi sbg mengkhususkan matbu'nya apabila ia berupa isim nakiroh, yaitu مَاءٍ.
2. Athof Nasaq adalah isim yg mengikuti di antara ia dgn isim yg diikuti (matbu') terdapat salah satu termasuk 10 huruf athof.
Huruf-huruf athof, yaitu :
1. الْوَاوُ menunjukkan mutlak jamak dan kata ini mengathofkan 2 hal yg setara.
Contoh : جَاءَ مُحَمَّدٌ وَ عَلِيٌّ
2. الْفَاءُ menunjukkan makna tartib (urutan) dan ta'qib (penyusulan). Ta`qib adalah antara pertama dan ke-2 tidak ada tenggang waktu.
Contoh : جَاءَ مُحَمَّدٌ فَعَلِيٌّ
3. ثُمَّ menunjukkan makna tartib dan tarokhi, Tarokhi adalah antara pertama dan ke-2 ada tenggang waktu.
Contoh : جَاءَ مُحَمَّدٌ ثُمَّ عَلِيٌّ ثُمَّ سَعِيْدٌ
4. أَوْ menunjukkan makna takhyir (memilih) atau ibahah (membolehkan). Perbedaan takhyir dan ibahah adalah bhw pd takhyir, maka tidak boleh mengumpulkan antara ke-2nya, sedangkan ibahah, maka boleh mengumpulkan atau menggabungkan antara ke-2nya.
Contoh Takhyir :
تَزَوَّجْ هِنْدًا أَوْ أُخْتَهَا
Contoh Takhyir :
أُدْرُسِ الْفِقْهَ أَوِ النَّحْوَ
5. أَمْ menunjukkan makna ta'yin (menentukan) dan kata ini terletak pd sesudah "Hamzah Istifham".
Contoh : أَ دَرَسْتَ الْفِقْهَ أَمِ النَّحْوَ؟
6. إِمَّا dgn syarat harus didahulukan olehyg semisalnya dan kata ini seperti halnya أَوْ memiliki 2 makna.
Contoh : تَزَوَّجْ إِمَّا هِنْدًا وَ إِمَّا أُخْتَهَا
7. بَلْ menunjukkan idhrob (memindahkan hukum dari sesuatu kpd yg lain) dan istidrok (membenarkan salah anggapan). Utk idhrob dgn syarat harus didahului oleh kalimat positif dan istridrok dgn syarat harus didahului oleh kalimat negatif.
Contoh Idhrob :
جَاءَ مُحَمَّدٌ, بَلْ بَكْرٌ
Contoh Istidrok :
مَا جَاءَ مُحَمَّدٌ بَلْ بَكْرٌ
8. لاَ utk meniadakan hukum yg sama dari yg sesudahnya dgn syarat harus didahului oleh kalimat positif.
Contoh : جَاءَ مُحَمَّدٌ لاَ عَلِيٌّ
9. لَكِنْ menunjukkan penetapan hukum dari yg sebelumnya dan menetapkan yg sebaliknya dari yg sesudahnya dgn syarat harus didahului oleh kalimat negatif.
Contoh : مَا جَاءَ مُحَمَّدٌ لَكِنْ عَلِيٌّ
10. حَتَّى utk tadrij (tahapan) dan ghoyah (tujuan). Tadrij adalah sesuatu yg menunjukkan selesainya hukum itu sedikit demi sedikit.
Contoh : مَاتَ النَّاسُ حَتَّى الأَنْبِيَاءُ